MusiK KamaR


MusiK KamaR

Musik kamar diambil dari istilah asing Chamber music. Musik kamar disajikan oleh sekelompok pemain seperti kwartet gesek, kuintet gesek atau paduan suara alat tiup gesek. Musik kamar biasanya dimainkan oleh pemain yg tidak banyak. Peralatan yg dipergunakan berupa biolin, biola, cello, kontrabas, dan berbagai jenis alat tiup.

Kuartet gesek

Kuartet gesek adalah sebuah ansambel musik yang terdiri atas empat alat musik gesek —biasanya dua biola, sebuah viola dan cello—atau karya musik yang dikarang untuk dimainkan oleh kelompok seperti itu.

Latar belakang

Meskipun kombinasi apapun dari empat instrument gesek dapat disebut "kuartet gesek", dalam praktiknya istilah ini merujuk pada sebuah kelompok yang terdiri atas dua biola (yang "pertama", yang biasanya memainkan melodi dalam nada yang lebih tinggi, dan biola "kedua", yang memainkan nada-nada yang lebih rendah dalam harmoni), satu viola dan satu cello. Apabila seorang komponis menciptakan musik untuk empat alat musik gesek lainnya, misalnya, tiga biola dan sebuah bass, atau biola, viola, cello dan gitar — maka alat-alat musiknya akan disebutkan secara spesifik. Kuartet gesek yang standar pada umumnya dianggap sebagai salah satu dari bentuk terpenting dari musik kamar, dan kebanyakan komponis yang penting, sejak akhir abad ke-18, menulis kuartet gesek.
Sebuah komposisi untuk empat pemain alat musik petik dapat dibuat dalam bentuk apapun, tetapi bila hanya disebutkan sebuah Kuartet Gesek (dengan atau tanpa sub-jdul) maka biasanya karya itu dibuat dalam empat movement, dengan struktur skala yang besarserupa dengan struktur skala sebuah simfoni. Movement luarnya biasanya cepat, movement dalam pada bentuk kuartet klasik adalah sebuah movement yang lambat dan mengambil bentuk movement sebuah dansa tertentu (mis., minuet, scherzo, furiant), dalam urutan apa saja.
Banyak kelompok musik kamar lainya dapat dilihat sebagai modifikasi dari kuartet gesek, seperti misalnya kuintet piano, yaitu sebuah kuartet gesek dengan tambahan piano; kuintet gesek, yaitu sebuah kuartet gesek dengan tambahan sebuah viola, cello atau bass; trio gesek, yang terdiri atas satu biola, satu viola, dan satu cello; dan kuartet piano, yaitu kuartet gesek dengan salah satu biolanya digantikan oleh piano.

 

Kuartet gesek (ansambel)

Untuk pertunjukan, kelompok-kelompok pemain musik gesek biasanya berkumpul bersama untuk membuat kuartet gesek sementara. Kelompok-kelompok lainnya tetap bermain bersama-sama selama bertahun-tahun, kadang-kadang anggotanya berubah, namun namanya tetap dipertahankan. Kuartet-kuartet gesek yang terkenal antara lain:
·  bond

Tokoh-Tokoh

Édouard Lalo

Édouard Victor Antoine Lalo (27 Januari 182322 April 1892) adalah seorang komponis Perancis keturunan Spanyol.
Lalo dilahirkani di Lille, pertama-tama belajar di konservatorium di kota lalu, lalu di Konservatorium Paris di bawah bimbingan musuh lama Berlioz, François Antoine Habeneck. Selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai seorang pemain biola (khususnya bermain musik kamar dan guru di Paris sebelum menjadi terkenal sebagai komponis yang dicapainya ketika usianya mencapai akhir 40-an tahun. Ia meninggal dunia di Paris.
Meskipun Lalo bukanlah nama yang segera dikenali di kalangan musik Perancis, gayanya yang khas telah membuat ia cukup populer. Symphonie Espagnole untuk biola dan orkestra masih menduduki tempat terhormat dalam repertoar para pemain biola. Ia juga terkenal karena menciptakan karya-karya solo lainnya, termasuk Cello Concerto dalam D minor, dan kaena operanya "Le roi d'Ys" (pertama kali dipertunjukkan pada 1888, dan didasarkan pada legenda Bretagne yang sama, yang belakangan diangkat oleh Debussy, dan yang lebih terkenal, diangkat dalam La Cathédrale Engloutie). Karyanya Simfoni dalam G Minor dipuji-puji dengan sangat oleh Sir Thomas Beecham, meskipun hanya sedikit dirigen lain yang memperlihatkan minatnya terhadap karya itu. Gaya Lalo yang menonjol adalah melodi-melodi yang kuat dan orkestrasi yang beraneka-rupa, dengan kemantapan yang mirip dengan musik Jerman yang membuatnya berbeda dari kebanyakan komponis senegaranya. Gayanya yang khas ini serta kecenderungannya yang sangat ekspresif dapat dilihat dalam karya-karyanya yang diciptakan dengan padat seperti Scherzo dalam D minor, salah satu komposisi Lalo yang paling kaya dengan warna.

Lalo baru mulai terkenal sebagai komponis pada akhir usia 40-an. "Le roi d'Ys" ("Raja dari Ys"), sebuah opera yang didasarkan pada sebuah legenda Bretagne (lihat: "Ys"), adalah karyanya yang terbaik dan rumit. (Legenda yang sama merangsang Debussy untuk mengarang karyanya untuk piano yang terkenal La Cathédrale engloutie.) Opera ini ditolak selama 10 tahun setelah selesai dibuat dan baru dipertunjukkan pada 1888, ketika ia berusia 65 tahun. Keberhasilannya membuka pintu bagi Lalo hingga akhir hayatnya. Namun, imajinasi dan kerinduannya untuk mengarang musik baru mulai melenyap. Ia meninggal dunia di Paris pada usia 69 tahun, meninggalkan sejumlah karya yang tidak terselesaikan.
Anak lelaki Lalo, Pierre Lalo (6 September 1866 - 9 Juni 1943) adalah seorang kritikus musik yang menulis untuk Le Temps dan majalah-majalah Perancis lainnya dari 1898 hingga akhir hayatnya.

Asep Hidayat

Asep Hidayat adalah pemain celo, dikenal aktif memberikan resital-resital dan konser-konser baik untuk solo cello maupun musik kamar di tanah air maupun mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia dan Jepang. Repertoar yang ia mainkan bervariasi dari zaman Renaissance hingga kontemporer. Setelah mendapatkan Master of Degree-nya di bidang Performance pada tahun 2002 di Osaka Kyoiku, Ia bergabung dengan Orkes Profesional di Jepang “Heinrich Suitzt Ensemble” (1999 – 2002). Di kota tersebut ia juga tampil di beberapa festival seperti Osaka Cassal Festival, dan Osaka Music Festival. Ia juga tampil spektakuler bersama 1000 Cellist dari seluruh dunia di Kobe. Asep tampil tiga kali terpilih untuk mengikuti The ASEAN Youth Music Workshop di Kuala Lumpur, Manila, dan Jakarta. Ia juga ditunjuk untuk menjadi Tutor Cello dalam workshop tersebut di Bangkok. Tampil bersama The Australian Virtuoso Ensemble di Townsville Queensland Australia.
Belajar cello pertama kali di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta (1982 – 1986) di bawah bimbingan Yoesbar Djaelani. Ia melanjutkan pendidikan musiknya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (1986 – 1991) di bawah bimbingan Renee Bermann cellist dari Belanda. Ia juga mengikuti Master Class di Australia dengan Tess Remy Schumacher dan Prof. DR. Alexander Ivaskin. Saat ini Asep mengajar Mayor Cello di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Sekolah Musik Internasional Jakarta.








Marin Marais

Marin Marais, komposer kelahiran Paris 31 Maret 1656, adalah figur sentral komposer musik klasik di Paris pada periode abad 17 hingga 18, sehingga musiknya acap kali disebut sebagai 'musik malaikat'.
Namanya tercatat sebagai salah satu musisi istana terpopuler pada jaman Louis XIV dan Louis XV, karena beberapa kali menggelar pertunjukan khusus di kamar pribadi raja.
Pemusik yang mendedikasikan hidup dan karya musiknya pada viola (biola alto) itu juga membukukan karya musiknya dalam beberapa buah buku.
Salah satu yang paling populer adalah Pièces de Violes yang terdiri dari lima seri dan dibuat selama lebih kurang 40 tahun, 1686 hingga 1725. Buku yang terbit pada 1686, 1701, 1711, 1717 dan 1725 itu menampung sekitar 550 karya Marais.
Sebagai komposer, Marais tidak saja dikenal sebagai komposer yang menyukai komposisi orker besar, khususnya dalam bentuk simfoni tetapi juga piawai dalam menciptakan karya berukuran lebih kecil, karya-karya musik kamar yang dinilai amat hidup dan halus.
Bahkan, Marais karya-karyanya dalam jenis itu menjadi ilham bagi para komposer muda termasuk 19 orang anak didiknya yang beberapa diantaranya menjadi pemusik besar di Prancis.
Tampaknya keagungan karya Marais itu juga mengilhami Chamber Music Series (CMS) , suatu kegiatan untuk mengusung musik-musik berkualitas yang di mulai pada tahun 2000 oleh para musisi yang tinggal di Indonesia sehingga CMS membuka lembaran 2005 dengan alunan musik klasik, menampilkan duet antara biola, piano dan viola dalam suatu komposisi musik.
Melalui pagelaran musik klasik itu CMS berkeinginan untuk memperkenalkan repertoar musik kamar masa romantik dan menawarkan kepada penonton sebuah program yang lengkap, dari Marin Marais sampai Francis Poulenc melewati repertoar Beethoven dan Chopin.





 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...